Pengamatan Burung Cendrawasih di Papua Barat

Home | Artikel dalam Bahasa Indonesia | Hubungi Kami | Pasang Iklan
Lesser Birds of Paradise in tropical rainforest of West PapuaLesser Birds of Paradise

Red Bird of Paradise in tropical rainforest of Waigeo island of Raja AmpatRed Bird of Paradise

Burung Cendrawasih Dada Biru di Hutan Papua BaratCendrawasih Dada Biru

Baca juga

Di Papua Barat ada beberapa lokasi pengamatan Burung Cendrawasih yang terkenal antara lain di Pegunungan Tambrauw, di Kabupaten Sorong serta di Manokwari. Kebanyakan lokasi burung berdansa terletak jauh di dalam hutan. Oleh karena itu, untuk menontonnya wisatawan perlu bangun pagi sekitar jam 04.30 pagi dan berjalan kaki ke lokasi pohon tempat burung surga tersebut berdansa. Saat matahari terbit pada jam 06.00 beberapa ekor Cendrawasih jantan akan memanggil-manggil Cendrawasih betina untuk kawin.

Untuk mengamati burung Cendrawasih di pepohonan yang tinggi, wisatawan memerlukan binocular atau spotting scope. Umumnya binocular yang dipakai berukuran 10×42 mm buatan Swarovski, Leica, atau Nikon. Kamera prosumer seperti Nikon P1000 atau Canon SX60HS memiliki kemampuan untuk memotret burung dan satwa liar dari jarak jauh.

Wisata pengamatan burung di Papua Barat telah banyak memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi penduduk kampung yang tinggal di kawasan hutan terpencil. Dengan adanya kontribusi ekonomi tersebut, warga akan tergerak untuk melestarikan flora dan fauna yang ada di hutan tempat mereka berada.
Kepulauan Raja Ampat adalah salah satu destinasi wisata bahari yang sudah terkenal di seluruh dunia. Terumbu karang dengan ribuan spesies satwa laut merupakan daya tarik utama bagi para pelancong manca negara yang ingin pergi ke sana. Pulau-pulau tropis di Papua Barat ini juga merupakan habitat alami bagi tumbuhan maupun hewan liar dan unik.

Sejauh ini sudah ada ribuan wisatawan Indonesia yang berkunjung ke sana setiap bulan. Lokasi wisata seperti Arborek, Piaynemo, Teluk Kabui dan Batu Pensil kerap menghiasi halaman media sosial. Istilah Wisata Selfie menjadi begitu populer di kalangan para pelancong Indonesia yang pernah berkunjung ke Raja Ampat.

Untuk wisatawan manca negara, rata-rata durasi kunjungan mereka adalah antara 3 hari sampai 2 minggu. Mereka menginap di homestay maupun dive resorts yang ada di berbagai pulau di sana. Kebanyakan penyedia penginapan memiliki perahu motor atau speedboat yang digunakan untuk keperluan antar jemput tamu atau untuk keperluan tur keliling pulau-pulau yang ada di sana.

Liburan Akhir Pekan

Terumbu karang di perairan Raja Ampat Terumbu Karang dan ikan-ikan di Raja Ampat

Wisatawan Indonesia suka mengambil waktu liburan akhir pekan. Mereka terbang Jumat Sore atau Sabtu pagi ke kota Sorong lalu dengan speedboat keliling Raja Ampat selama 1 atau 2 hari. Setelah itu, mereka bisa kembali ke kota masing-masing pada hari Minggu sore dan melanjutkan pekerjaan mereka seperti biasa pada hari Senin.

Melihat Keindahan Bawah Laut

Untuk menikmati pemandangan bawah laut, wisatawan snorkeling memerlukan peralatan pendukung seperti snorkeling mask, snorkel (pipa untuk menghirup udara) serta kaki bebek. Saat ini kamera aksi seperti Go-Pro dan Brica tersedia di toko elektronika dengan harga yang terjangkau. Ada juga kamera saku yang kedap air seperti Nikon Coolpix W-300 yang sangat cocok untuk pengambilan gambar maupun video di dalam air. Secara pribadi, saya menggunakan kamera Fujifilm XQ2 yang dilengkapi oleh watercasing tahan air. Peralatan elektronik yang kecil san sederhana ini mampu menghasilkan foto yang jernih.

Musim Libur

Kapan waktu terbaik untuk jalan-jalan ke Raja Ampat? Berdasarkan pengalaman saya, bulan Oktober hingga Juni merupakan awal yang baik karena perairan di sana relatif tenang. Jangan lupa untuk membawa pakaian yang sesuai dengan suasana di pantai. Lebih baik, ketika liburan ke Raja Ampat, Anda pergi dengan teman-teman lain. Ini penting karena biaya sewa speedboat bisa dipikul bersama. Semoga perjalanan Anda ke sana menyenangkan.