Burung dan Lingkungan Hidup





Burung Sebagai Penyebar Benih

Burung memiliki peran yang sangat besar bagi keseimbangan lingkungan hidup. Burung memakan buah-buahan di hutan lalu menyebarkan benihnya ke segala penjuru hutan. Dengan demikian, burung ikut menumbuhkan atau memperluas hutan.

Burung-burung kecil seperti Black Sunbird, Olive-backed Sunbird dan pemakan madu (honeyeater) lainnya membantu penyerbukan bunga sehingga pohon bisa berbuah lebat.

Burung Rainbow Bee-eater adalah pemakan serangga

Burung Penjaga Keseimbangan Alam

Di samping itu pula, burung sedang dan besar seperti Purple-bearded Bee-eater, Rainbow Bee-eater, Raja Udang Perut Merah) Rufous-bellied Kookaburra, Elang Bondol (Brahminy Kite) dan ribuan spesies lainnya memakan serangga, kadal, ular, tikus dan berbagai jenis hewan di hutan untuk menjaga keseimbangan. Jumlah hewan di hutan tidak mengalami ledakan populasi sehingga tidak menimbulkan tekanan berlebihan pada vegetasi hutan baik dari kawasan mangrove di rawa-rawa, sepanjang tepian sungai, di dataran rendah, perbukitan dan pegunungan menengah hingga hutan awan (cloud forest). Di samping itu juga, kotoran yang dilepaskan oleh burung-burung tersebut akan menjadi pupuk yang berguna menyuburkan tanaman.

Burung Cendrawasih Kuning Kecil
Northern Cassowary

Fungsi burung sebagai penyebar benih dan pemupuk tanaman dapat terlihat dengan jelas terutama di pulau-pulau kecil dan terpencil. Bibit kelapa, bakau sering terbawa arus dan terdampar di pulau terpencil. Ada juga biji-bijian yang keluar dari kotoran burung yang hinggap di pulau karang tersebut. Ketika bibit-bibit tanaman itu tumbuh, mereka mendapat pemupukan dari burung-burung laut pemakan ikan dan kepiting yang hinggap di pulau-pulau kecil dan melepas kotoran mereka di sana. Pulau yang tadinya tidak memiliki vegetasi hijau lama kelamaan akan ditutupi pepohonan.



Burung Sebagai "Hama"

Burung di sejumlah daerah pertanian dianggap sebagai hama oleh para petani. Banyak sekali burung-burung kecil seperti Scaly-breasted Munia, Chestnut Munia, Black-faced Munia serta burung-burung lain dianggap sebagai hama pemakan padi.
Burung kakaktua putih juga sering terlihat memakan buah pepaya di kebun milik petani. Sebenarnya burung sedang menjalankan fungsinya sebagai penyeimbang dalam ekosistem. Ia memakan bulir padi, buah pisang, jambu, dan lain-lain karena banyak sekali areal hutan telah diubah menjadi kawasan perkebunan monokultur, daerah pertanian warga dan wilayah pemukiman masyarakat.
Untuk menghadapi hama burung pemakan padi dan pemakan buah, ada beberapa cara yang aman bagi lingkungan. Beberapa di antaranya adalah penggunaan predator alami seperti burung predator. Terkadang ular di pepohonan bertindak sebagai predator untuk burung-burung tersebut. Petani bisa melakukan rotasi tanaman. Ketika burung-burung hama mendapati bahwa makanan mereka telah diganti tanaman lain yang bukan merupakan makanan mereka, dengan sendirinya burung-burung tersebut akan pindah ke daerah lain. Penghijauan kembali sejumlah lahan-lahan terbuka yang terbengkalai, dan halaman rumah warga atau tepian-tepian jalan merupakan salah satu cara untuk memberikan variasi makanan dan mendatangkan predator alami bagi burung-burung hama tersebut.

Burung sebagai Daya Tarik Wisata

Perkembangan teknologi informasi terutama media sosial Facebook, Twitter, dan Whatsapp telah membantu para pencinta hobi pengamatan burung untuk berhimpun dalam grup tertentu untuk saling berbagi foto dan video burung-burung yang mereka lihat di alam. Hal ini membantu meningkatkan minat banyak orang untuk mengamati burung, tidak hanya di daerah mereka tetapi di daerah lain bahkan ke berbagai negara.

Burung Cendrawasih Merah Betina

Ekowisata pengamatan burung dan satwa liar saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Wisatawan dari berbagai kawasan seperti Eropa, Amerika, Asia, Australia banyak yang berkunjung ke Indonesia untuk menikmati wisata pengamatan burung.

Penerbangan reguler dari kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Makassar ke Sorong, Manokwari dan Jayapura sudah tersedia. Ada juga penerbangan Manado, Sorong. Garuda, Lion dan Wings, Batik serta Sriwijaya adalah maskapai penerbangan milik pemerintah dan swasta yang melayani rute ini.

Kedatangan mereka telah membantu pertumbuhan industri transportasi seperti penerbangan, perjalanan laut dan darat. Banyak hotel dan penginapan bed and breakfast (B and B) yang bermunculan di sejumlah lokasi wisata pengamatan burung. Pariwisata merupakan sektor penyumbang devisa negara yang sangat besar di Indonesia. Oleh karena itu, ketika Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, banyak sekali warga masyarakat yang menjadi pelaku usaha pariwisata yang kehilangan pekerjaan. Pemerintah juga kehilangan pendapatan berupa devisa negara.

Para pelaku wisata pengamatan burung sangat berharap kiranya Pandemi Covid-19 bisa terkendali sehingga kegiatan ekowisata yang selama ini terhenti bisa berjalan lagi seperti biasanya.