Kamera untuk Memotret Burung

Home | Artikel dalam Bahasa Indonesia | Hubungi Kami | Pasang Iklan
Kamera Superzoom Nikon Coolpix P1000
Kamera Nikon untuk foto jarak jauh


Wompoo Fruit Dove

Baca juga:

Ada banyak kamera yang ditawarkan oleh perusahaan pembuat peralatan fotografi kepada konsumen yang ingin memotret burung. Sebagai seorang pemandu wisata, saya sering melihat dan bahkan mencoba bermacam tipe kamera milik para wisatawan yang pernah saya layani. Secara garis besar, kamera untuk memotret satwa liar terbagi atas dua jenis: Kamera D-SLR dengan Lensa Telefoto. Canon dan Nikon mendominasi pasaran dengan berbagai produknya seperti Canon 5D Mark III, Kamera Bridge dengan lensa super-telefoto. Produk terbaru di lini ini adalah Nikon P1000 yang memiliki zoom hingga 125× yang setara dengan lensa 3.000 mm dalam format 35 mm. Ada juga Nikon P900 dengan kekuatan zoom 83× atau sekitar 2.000 mm. Kamera-kamera ini cocok untuk memotret burung. Canon masih belum meluncurkan produk terbarunya dan masih bertahan dengan Canon SX60HS. Fujifilm pernah memiliki produk andalannya yakni HS50EXR dengan zoom 42x yang setara 1.000 mm. Sayang sekali, mereka tidak meluncurkan produk terbaru dengan ukuran lensa 1/2 inch.

Ada juga kamera D-SLR yang dipasangi lensa telefoto seperti Sigma 150-600 mm atau Tamron 150-600 mm G2. Untuk spesifikasi minimum, saya pakai Canon 200D. Sebenarnya lensa - lensa tersebut lebih seimbang jika menggunakan Nikon D500. Saya rekomendasikan Canon 5D Mark III agar hasil pemotretan menjadi sangat baik. Tentu saja semua saran tersebut bukan harga mati karena setiap fotografer perlu menyesuaikan diri dengan kondisi keuangan yang ia miliki.

Sebagai contoh, di samping ini adalah foto burung Wompoo Fruit Dove (Ptilinopus magnificus) yang saya buat menggunakan Canon 200D dan lensa Tamron 150-600 mm G2. Buring ini sedang mengerami telur di sarang yang berada kurang lebih 2 meter di atas tanah pada sebuah cabang pohon kecil. Di atas sarang yang terbuat dari ranting-ranting, ada banyak daun di atasnya. Burung ini nyaris tak terlihat saat saya melewatinya. Kondisi cahaya yang lemah membuat pemotretan terhadap burung Wompoo Fruit Dove menjadi agak sulit. Agar tidak mengganggu burung tersebut, saya mendekatinya secara perlahan hingga jarak kurang lebih 5 meter. Setelah itu, saya menembak burung tersebut beberapa kali. Saya mencoba beberapa setting. Karena kurangnya cahaya, dial kamera di posisi A adalah pilihan yang cocok. Tapi, tangan saya harus sangat stabil saat memegang kamera supaya foto yang dihasilkan, cukup terang dan tajam.


Copyright 2018